Sabtu, 07 Februari 2015

Curhatan Anak Negeri kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi

Ini curhatan bang Ricky Elson atas ditujuknya PROTON sebagai MOBNAS oleh Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi.
 
http://otomotif.kompas.com/…/Jokowi.Tunjuk.Proton.Kembangka…
http://news.detik.com/…/didukung-jokowi-hendropriyono-garap…
hahahaha... itu lah dunia.. terlepas dari benar salahnya..berita ini,
pada akhirnya waktu akan berbicara..
saya percaya, Seorang Kepala Negara negri ini adalah orang yg memikul amanat
ratusan juta jiwa harapan rakyatnya,
untuk negri yg kebih baik.
apalagi mereka adalah Orang2 yg Hebat..
dengan pertimbangan yg pasti jauh lebih baik
dari kami anak anak muda yg akalnya hanya sejengkan ini

mungkin saja beliau2 ini
ingin membakar semangat kami..
memacu kami untuk jauh lebih baik
lebih tangguh serta tak terkalahkan
dalam situasi seperti ini,
seperti pukulan telak...
dugaan Korupsi program mobil listrik Kemenristek,
yaa hanya dugaan kok
pernyataan penyetopan "belajar" membuat komponen Mobil Listrik
oleh Dirut PT Pindad,
"Izin menggunakan" mobil listrik kami untuk pengujian...
yang tak kunjung kelar...
hahahahaha.. itu semua
ibarat setelah menerima Combo
nya Ryu, Ken dan Chun Li dalam Street Fighter
dan dengan berita diatas...
serasa diakhiri dengan
Amakakeru ryu Hirameki ,
Oogi (jurus puncak)nya Himura Kenshin saat menjatuhkan Shisio Makoto
hahahaha, lalu kenapa?
dan saya akan terus berdoa dan berupaya.
karna mengutuk hanya semakin menyusahkan hati..,
disini, di pondok berdidingkan GRC,
beratapkan Asbes,
meski hanga sengan 1, 2 ,3 orang anak muda
yg dibimbing dalam waktu yg sangat sedikit sekali di Ciheras,
kami akan terus berjuang..
saya yakin suatu saat mereka
akan menyiapkan ribuan bahkan jutaan pemuda pemudi
yg benar benar mencintai negri nya..
jauh melebihi kami yg sedang belajar mencintai negri ini..
belajar mencintai bangsa kami,
dan belajar mencintai saudara saudara kami yg dekat
dan yang jauh di pelosok negri ini..
dan banyak lagi yg harus kami pelajari disini,
termasuk belajar memahami perilaku bapak bapak pemimpin kami ini hihihihhihi,
YANG TENTU SAJA SANGAT TIDAK SAMA
DENGAN PERILAKU ORANG YANG KAMI ANGGAP, "AYAH NEGERI KAMI",
untuk negri yg lebib baik..
kami tak akan kecewa...
saat ini.
oh ya..., apakah si Cantik Kuning ini akan Tersisih,
atau berubah nama?
maafkan saya para maestro KKM,
mas B.kunto Wibisono dan team..
perjalanan kita masih panjang....
mari kita lihat kelanjutan drama yg sungguh dramatic ini
hihihihihihi

https://www.facebook.com/ricky.elson?pnref=story

Harapan itu Masih Ada

Entahlah mengapa, diri ini ingin sekali melihat negara ini diurus oleh orang-orang yang memang benar-benar negarawan. Bukan orang-orang tidak jelas dengan tapi dielu-elukan bak dewa. Orang-orang bersih yang kemudian dimanfaatkan oleh penghianat-penghianat bangsa untuk kepentingan pribadi atau kelompok atau entahlah untuk kepentingan siapa.

Mereka mengelu-elukan bahwa tindakan mereka atas nama RAKYAT, entahlah rakyat yang mana yang mereka klaim. Mungkin rakyat yang berhasil mereka bodohi, rakyat yang terhipnotis dan menjadikan mereka sebagai DEWA, yang wajib dipuja. Dewa yang apapun kata dan perintah mereka harus dituruti.

Entahlah mengapa, saya merasa negeri ini sedang dipimpin oleh pembohong-pembohong kelas kakap yang men'citra'kan diri sebagai ORANG BERSIH anti korupsi dan berjuang untuk WONG CILIK. Yaa.. bersih dari pemberitaan-pemberitaan negatif, bahkan hal-hal negatif yang terlajur terpublikasi dibuat seolah-oleh itu adalah hal positif demi WONG CILIK. Dan yang pasti wong cilik yang mereka sebut-sebut itu adalah orang-orang cilik, cilik dari urusan harta sampai cilik dalam urusan otak. Wong cilik yang hanya berpikir yang penting saya makan hari ini. Tanpa berpikir mereka sedang dan terus dibohongi oleh "YANG TERHORMAT BAPAK PENGUASA", sang peminmpi yang mengemis kehormatan.

Entahlah, mungkin ini awal pengabaran dari ALLAH swt untuk kita bahwa negeri ini akan dipimpin oleh orang-orang yang dipilih ALLAH swt dengan membongkar keborokan penguasa-penguasa sekarang dan menggantinya dengan orang-orang yang memang berjuang untuk Agama dan negeri ini. Orang-orang yang benar-banar negarawan. Orang-orang yang memang mencintai agama dan negeri. Bukan orang-orang yang tampil menjadi DEWA akibat polesan media semata.

Teman, HARAPAN ITU MASIH ADA.