Sabtu, 07 Februari 2015

Harapan itu Masih Ada

Entahlah mengapa, diri ini ingin sekali melihat negara ini diurus oleh orang-orang yang memang benar-benar negarawan. Bukan orang-orang tidak jelas dengan tapi dielu-elukan bak dewa. Orang-orang bersih yang kemudian dimanfaatkan oleh penghianat-penghianat bangsa untuk kepentingan pribadi atau kelompok atau entahlah untuk kepentingan siapa.

Mereka mengelu-elukan bahwa tindakan mereka atas nama RAKYAT, entahlah rakyat yang mana yang mereka klaim. Mungkin rakyat yang berhasil mereka bodohi, rakyat yang terhipnotis dan menjadikan mereka sebagai DEWA, yang wajib dipuja. Dewa yang apapun kata dan perintah mereka harus dituruti.

Entahlah mengapa, saya merasa negeri ini sedang dipimpin oleh pembohong-pembohong kelas kakap yang men'citra'kan diri sebagai ORANG BERSIH anti korupsi dan berjuang untuk WONG CILIK. Yaa.. bersih dari pemberitaan-pemberitaan negatif, bahkan hal-hal negatif yang terlajur terpublikasi dibuat seolah-oleh itu adalah hal positif demi WONG CILIK. Dan yang pasti wong cilik yang mereka sebut-sebut itu adalah orang-orang cilik, cilik dari urusan harta sampai cilik dalam urusan otak. Wong cilik yang hanya berpikir yang penting saya makan hari ini. Tanpa berpikir mereka sedang dan terus dibohongi oleh "YANG TERHORMAT BAPAK PENGUASA", sang peminmpi yang mengemis kehormatan.

Entahlah, mungkin ini awal pengabaran dari ALLAH swt untuk kita bahwa negeri ini akan dipimpin oleh orang-orang yang dipilih ALLAH swt dengan membongkar keborokan penguasa-penguasa sekarang dan menggantinya dengan orang-orang yang memang berjuang untuk Agama dan negeri ini. Orang-orang yang benar-banar negarawan. Orang-orang yang memang mencintai agama dan negeri. Bukan orang-orang yang tampil menjadi DEWA akibat polesan media semata.

Teman, HARAPAN ITU MASIH ADA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar